Mursyid Bawa SMPN 4 Lebih Modern

May 6, 2009 by: tri

Menjadi kepala sekolah berprestasi bukanlah hal yang mudah. Butuh kerja keras yang nyata dalam membangun sekolah yang dipimpin.  Berkat inovasi dalam berbagai bidang, Drs H Ahmad Mursyid MPd akhirnya mampu membuat kemajuan bagi SMP Negeri 4 Balikpapan yang sempat terbelakang. Atas usahanya itulah, ia berhasil menyabet penghargaan kepala sekolah berprestasi tingkat kota pada peringatan Hardiknas tahun 2009.

Oleh: EDDY ADHA

eddy@metrobalikpapan.co.id

BERKAT kegigihannya membangun SMP Negeri 4 yang berlokasi di jalan Bukit Pelajar Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, sekolah ini menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Berkat kerja keras memajukan SMP Negeri 4, Ahmad Mursyid mendapat penghargaan sebagai kepala sekolah (Kepsek) berprestasi saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Merdeka, 2 Mei lalu.

”Nggak menyangka juga kalau bisa didaulat sebagai kepala sekolah berpestasi,” ujar Mursyid ditemui Post Metro di kantornya, Selasa (5/5).

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang dilakukannya untuk memajukan sekolah yangs empat terbelakang dari sekolah negeri lainnya di Balikpapan. Diantaranya adalah melakukan inovasi sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam upaya inovasi sekolah ini,  Mursyid bersama stafnya melakukan indetifikasi masalah terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang terprogram. Pemecahan masalahnya itu sendiri meliputi pemerataan dan perluasan layanan pendidikan, seperti melengkapi sarana maupun prasarana yang belum memadai seperti rung kelas baru (RKB), penambahan meja dan kursi, WC sekolah, kantin kejujuran serta penunjang ruang pelayanan lainnya (RPL).

”RPL itu ada laboratorium IPA, bahasa, komputer dan  ruang multi media. Bagitu juga dengan pengadaan medi pembelajaran pesona matematika dan fisika,” katanya.

Mursyid juga berupaya meningkatkan mutu para pendidiknya. Yaitu meningkatakan profesionalitas guru dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kemampuan guru menerapkan prinsip pembalajaran tuntas, contektual teachin learning (CTL),  kemampuan menggunakan teknologi tepat guna berupa fasilitas komputer, internet, LCD, OHP serta berbahasa inggris. Tak hanya itu, semua guru juga diwajibkan melakasanakan penelitian tindakan kelas (PTK) kepada muridnya.

”Tidak hanya bangunan fisik, mutu SDM guru juga kita berikan inovasi yang terbaik agar lebih bermutu. Karena dengan guru yang bermutu bisa melahirkan murid yang berkualitas,” terang pria kelahiran 6 Februari 1961 ini.

Mursyid sebelumnya juga berhasil membawa SMPN 4 sebagai rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN). Sekolah yang dibangun sejak tahun 1978 dan mulai aktif melasanakan kegiatan belajar mengajar pada tahun 1980 mengalamai revolusi yang cukup besar. Tidak heran, sekolah yang mengembangkan tata kelola sistem informasi manjemen (SIM), administrasi manajeman berbasis sekolah (MBS),  monitoring dan evaluasi (monev) seara berkesinambungan ini mampu menjadikan sekolah tersebut memiliki akuntanbilitas dan pencitraan publik yang positif.

Berhasilnya pembangunan yang dilakukannya juga tidak terlepas dari komitmen pemkot mengalokasikan dana pendidikan 20 persen yang membuka peluang inovasi sekolah. Hal ini juga didukung kemampuan kepala sekolah dalam mengkoordinasikan  dan menyelaraskan sumber daya yang ada.

”Saya punya tim work sendiri, yang cerdas dan kompak. Jadi ada kebersamaan antara kepala sekolha, guru dan staf lainnya dalam melakukan inovasi. Intinya komitmen untuk berubah lebih baik,” tutur bapak tiga anak ini.(*)

Sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id

Filed under: kabar sekolahku

Leave a Reply