Tuesday, November 21, 2017
Home » Berita » Pemilik Lahan Parkir Siswa SMPN 4 Balikpapan Rugi
Pemilik Lahan Parkir Siswa SMPN 4 Balikpapan Rugi

Pemilik Lahan Parkir Siswa SMPN 4 Balikpapan Rugi

DSC_0070

Lahan Parkir

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id – Pemilik lahan parkir yang menjadi lokasi parkir siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4  Balikpapan di Jl Bukit Pelajar, Suko Widodo warga RT 43 Kelurahan Baru Tengah Kecamatan Balikpapan Barat mengaku mengalami kerugian akibat razia yang dilakukan jajaran Polsek Balikpapan Barat, Selasa (13/5) lalu.

Menurut pria juga menjabat sebagai ketua RT setempat itu, dalam sehari sebanyak 40 -50 kendaraan roda dua milik para siswa SMP 4 itu diparkir  di areal tersebut. Dan setiap kendaraanya dikenakan tarif Rp 1.000. Dalam sehari ia bisa mengupulkan uang Rp 50.000 dan perbulannya Rp 1.500.000, dengan membuka tempat parkir tersebut.

“Dengan adanya kegiatan itu (razia) mengurungi pendapatan saya. Dan lokasi parkir yang saya bua itu untuk memudahkan anak-anak memarkir kedaraannya,” kata Widodo kepada Tribun  Kamis (15/5) sekira pukul 15.00 Wita.

Sebab sebelum ia menjadikan lahan seluas 10 x 15 meter pesegi miliknya itu, sebagai lahan parkir, para siswa itu  sembarangan memarkirkan kendaraannya seperti di tepi jalan dan gang. Akibatnya, warga sulit melintas  dan ia juga tak jarang menjadi tukang parkir dadakan untuk merapikan kendaraan para siswa/i itu yang semrawut. 

“Melihat hal itu saya memanfaatkan lahan yang ada, untuk memberikan lahan parkir pada sawa/i itu. Dengan catatan memberi tarif  Rp 1.000 per satu unit motor  yang parkir di areal saya dan juga saya menjaga keamanan kendaraannya” jelas Widodo.

Sebelum ia menjadikan lahan sebagai tempat parkir tak jarang kandaraan milik siswa kehilangan kaca spion dan ban motornya dikempesi orang yang tidak bertanggung jawab. “Di samping itu pihak sekolah  juga tidak menyediakan lahan parkir untuk siswa yang membawa kendaraan,” ucapnya.

Ia juga menjabarkan terkait adanya isu bahwa anak SMP  yang membawa kendaraan selalu ugal- ugalan di jalan sehingga mengakibatkan kecalakaan.  Ia menilai hal itu tak perlu dilakukan sebab tak semuanya anak yang masih duduk di bangku SMP melakukan hal itu. “Bisa saja anak-anak yang sudah tidak bersekolah,” tuturnya. (*)

 

Sumber : Tribun Kaltim

 

Print Friendly, PDF & Email

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copyright © 2014-2016 SMPN 4 Balikpapan