Tuesday, November 21, 2017
Home » Artikel » Berlian Yang Terpendam itu Mulai Bersinar
Berlian Yang Terpendam itu Mulai Bersinar

Berlian Yang Terpendam itu Mulai Bersinar

sekolah-depanPREDIKAT sekolah kumuh dan tertinggal yang melekat selama puluhan tahun pada SMP Negeri 4 Balikpapan, kini mulai pudar seiring munculnya beberapa lokal bangunan baru yang berdiri kokoh di areal lebih dari satu hektare di kawasan padat penduduk Jln. Bukit Pelajar I Sidodadi Balikpapan Barat. Bisa dikatakan SMPN 4 Balikpapan bak berlian yang tertimbun lumpur yang kini mulai muncul dan bersinar. Perubahan total tampak ketika kita memasuki halaman sekolah yang tahun ini masuk program rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN). Terlihat bangunan-bangunan baru, yang terdiri dari 8 Ruang Kegiatan Belajar (RKB) dan 3 bangunan masing-masing untuk Labolatorium Komputer,  Multi Media dan Perpustakaan yang hampir rampung dan
siap digunakan menyambut siswa baru tahun ajaran 2008 .

Tahun ini, SMPN 4 Balikpapan akan menerima 440-an siswa, sementara yang lulus 305 siswa.”Selain pembangunan RKB sebanyak 11 lokal yang bisa kita saksikan ini, kami juga melakukan rehap 6 RKB, ruang komputer,laboratorium IPA, dan ruang koperasi. Dan yang tak kalah pentingnya ada 19 WC baru sekelas WC bandara,” kata Kepala Sekolah SMPN 4 Balikpapan Drs. H. Ahmad Mursyid M.Pd usai menyaksikan acara perpisahan kelas III di sekolahnya, baru-baru ini. Pembangunan secara fisik kata Ahmad Mursyid, masih berlanjut dalam tahun ini  karena akan dibangun lagi 12 RKB termasuk laboratorium IPA sudah disetujui pemerintah, dengan rincian 8 RKB didanai oleh pemerintah pusat, dan 6 RKB oleh  pemerintah Kota Balikpapan. “Insya Allah pembangunannya sudah dimulai Juli dan diperkirakan selesai Desember 2008,” katanya.Ahmad Mursyid yang baru satu setengah tahun ditugaskan di SMPN 4 Balikpapan mengakui dengan adanya pembangunan RKB tersebut, kesan sekolah kumuh pada sekolah  yang dibangun tahun 1979 itu memang sudah mulai menghilang. Masyarakat sekitar pun  mulai melirik keberadaan sekolah ini yang dibuktikan dengan masuknya anak-anak berprestasi ke sekolah ini.
sekolah-depan3“Pertama kali saya datang ke sini, dalam hati kecil saya mengatakan tak mampu  mengelola sekolah seperti ini. Bahkan teman-teman di Jakarta juga heran kok ada  kondisi sekolah separah itu di Balikpapan. Tapi kini, semuanya sudah berubah.  Anak-anak pintar di wilayah ini yang dulu langsung mendaftar ke sekolah favorit, kini banyak yang datang ke sini,” katanya. Ahmad Mursyid mengaku tampaknya keberhasilan itu tak lepas dari doanya ketika menunaikan ibadah haji seminggu setelah mendapat SK pindah Januari 2007 dari SMPN  3 ke SMPN 4 Balikpapan ini, di samping kerja cerdas para guru dan semua pihak yang justru memberikan kemudahan.”Di depan pintu Ka’bah, saya berdoa: Ya Allah berikanlah kemudahan di tempat tugas baru ini. Dan ketika seminggu sepulang dari Tanah Suci, saya ditelepon oleh salah  satu rekannya di Direktorat SMP di Jakarta. Intinya memberi kabar ada kesempatan  untuk mengubah SMP4 melalui program rintisan SSN yang pembangunannya dilakukan  dengan model swakelola,” kenangnya.Tak mau melewatkan kesempatan emas ini, Kepsek SMPN 4 ini lantas melakukan  analisisa mengenai sekolah, yakni apa saja kekuatan di sekolah ini, apa kelemahannya dan apa-apa peluangnya. Karena itu dia langsung membentuk Tim Pembangunan Sekolah sebanyak 8 orang di lingkungan guru SMPN 4 Balikpapan sendiri.
Tugas utamsekolah-depan2anya adalah mengumpulkan data-data untuk bahan analisis ke Jakarta.Setelah data-data dipresentasikan ke Jakarta, pembangunan sekolah ini akhirnya  disetujui. Nah, tinggal siapa yang melakukan pembangunannya? Ternyata bukan orang jauh-jauh maupun tender yang memakan waktu lama. “Kami membentuk panitia pembangunan sekolah (P2S) yang terdiri dari para guru di sini yang bertugas mulai dari pencarian dana, pelaksanaan pembangunan, hingga  pelaporan. Semuanya dilakukan dengan manajemen terbuka.  Guru-guru di sini sangat berpotensi, Cuma selama ini tidak diberdayakan. Ada yang pintar soal menggambar bangunan, ada guru yang pengalaman tentang bahan bangunan hingga soal pengadaan kayu. Itu semua kami berdayakan untuk mewujudkan pembangunan sekolah,” ujar Ahmad
Mursyid.

GILIRAN MUTU SEKOLAH

Selain predikat kumuh yang kini mulai menghilang di SMP Negeri 4 Balikpapan, tugas  yang tak kalah penting ke depan adalah peningkatan mutu sekolah. Karena itu, usai melakukan “revolusi fisik” dengan melakukan pembangunan tempat belajar dan rehap  Ruang Kegiatan Belajar (RKB), sekolah yang terletak di Jln. Bukit Pelajar I  Sidodadi Balikpapan Barat ini siap menjalankan pilar kedua dari 3 pilar Rencana  Pembangunan Sekolah lima tahun ke depan yakni, pertama: Perluasan Akses; kedua Peningkatan Mutu dan pilar ketiga: Pecitraan Publik.”Jadi kami tidak hanya melakukan pembangunan secara fisik saja yang ditarget  selesai tahun 2008 ini, namun mutu sekolah juga ditingkatkan seperti yang tertuang  dalam pilar kedua, dan tersirat dalam misi dan visi sekolah. Kendati pelaksanannya  secara penuh dilakukan tahun depan, namun beberapa program peningkatan mutu  sekolah telah kami lakukan. Seperti mengirim guru-guru untuk mendalami bidang ilmu yang belum dikuasai, baik melalui kursus, pelatihan dan sebagainya,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Balikpapan Drs. H. Ahmad Mursyid M.Pd baru-baru ini.  Ke depan, untuk guru disediakan ruang riset khusus. Di ruang ini akan dilengkapi buku-buku referensi yang lengkap guna menunjang kegiatan belajar, dan agar keilmuannya terus berkembang disediakan pula komputer yang terkoneksi ke internet.
“Jadi ilmu guru juga selalu update bila memanfaatkan ruang riset itu,” katanya, sembari menambahkan baru-baru ini untuk guru meraih juara Guru Berprestasi tingkat provinsi, dan Kepala Sekolah tingkat Balikpapan. Tak cuma guru, jelas Ahmad Mursyid, mutu para siswa juga ditingkatkan dengan
dilakukan model pembelajaran yang aktif kreatif, inofatif dan menyenangkan, maupun pembelajaran berbasis masalah yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bahkan saat ini, peningkatan mutu sudah dibuktikan para siswa dengan diraihnya beberapa prestasi bidang akademik maupun nonakademik, seperti juara olimpiade IPA, Matematika dan renang tingkat Kota Balikpapan, juara karate, silat, tenis (putra/putri) tingkat Provinsi Kaltim, serta  juara sepak takraw tingkat nasional.

“Kami optimis prestasi siswa-siswi dan mutu belajarnya akan meningkat lagi apabila pembangunan gedung dan fasilitasnya sudah tersedia,” ujar Sukiani, guru bahasa Inggris yang selama ini mengajar dengan membawa tape recorder dalam pelajaran listening karena belum adanya lab bahasa Inggris. “Kami gembira dengan adanya pembangunan sekolah yang mulai terlihat saat ini untuk menuju sekolah unggulan di Balikpapan Barat. Apalagi adanya lab komputer dan multimedia yang menjadi tuntutan saat ini, pasti anak-anak pintar di sekitar sini ini tak perlu jauh-jauh lagi mencari sekolah. Ibaratnya dulu kami yang mencari murid, kini murid yang mencari sekolah,” tambah Salina, TU SMP Negeri 4 yang sudah mengabdi lebih 27 tahun.

TARGET NILAI 7,5

sekolah-kelas1Disinggung soal rencana lima tahun ke depan, Ahmad Mursyid yang memperdalam S2 pendidikan di Universitas Negeri Malang ini mengatakan salah satu target yang akan  diraih adalah peningkatan mutu lulusan SMPN 4 Balikpapan dengan nilai 7,5 pada tahun 2012.”Saat ini mutu lulusan kami baru mencapai nilai 7,06, dan kami optimis target itu  bisa tercapai kendati tantangannya cukup berat. Seperti untuk siswa-siswi dari keluarga miskin (Gakin) yang akan kami tampung seluruhnya tanpa seleksi nilai. Tak  seperti pada calon siswa dari kelompok Bina Lingkungan (BL) tetap melalui seleksi
pembobotan nilai,” ujarnya.  Keoptimisan meraih target mutu lulusan itu bagi Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Balikpapan ini selain karena semuanya sudah dipersiapkan dan terencana sesuai tahapan-tahapan setiap tahunnya, dia juga punya prinsip: “Tidak ada siswa yang  tidak dapat dididik, yang ada adalah guru yang tidak berhasil mendidik. Tidak ada guru yang tidak berhasil dididik, yang ada adalah kepala sekolah yang tidak mampu membuat guru berhasil mendidik”.

“Jadi kalau kita berhasil mendidiknya, tidak saja menghasilkan lulusan yang pintar tetapi juga cerdas,” tegas Ahmad Mursyid. (adm/tri)

 

Print Friendly, PDF & Email

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copyright © 2014-2016 SMPN 4 Balikpapan