Tuesday, November 21, 2017
Home » Berita » Ekskul SMPN 4 Belajar ke Mangrove Center Graha Indah
Ekskul SMPN 4 Belajar ke Mangrove Center Graha Indah
Tim website SMP Negeri 4 Balikpapan berfoto bersama pendiri "Mangrove Center" Agus Bei.

Ekskul SMPN 4 Belajar ke Mangrove Center Graha Indah

Balikpapan, SMPN-BPP.SCH.ID,–Tim website Eskul SMP Negeri 4 Balikpapan mengunjungi Mangrove Center Balikpapan di Graha Indah, Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Jumat (28/10/2016) Rombongan kecil yang berjumlah 16 orang belajar  tentang hutan mangrove yang kini menjadi salah satu tempat wisata.

menyusuri-mangrove“Alasan kami berkunjung, untuk merperluas pengetehuan tentang alam khusus tumbuhan mangrove dan binatang di dalamnya,” kata Nurdiana, salah satu tim website ketika mau berangkat.

Rombongan berkumpul di SMPN 4 lalu berangkat pukul 15.00 Wita menaiki kendaraan angkutan kota . Perjalan ke Mangrove Center ditempuh selama 1 jam ke arah kilo, Jalan Soekarno-Hatta karena jalan agak padat. Setiba di areal Mangrove sebagian melaksanakan salat Ashar berjamaah di masjid setempat.

Usai salat, rombongan tim website langsung menuju areal Mangrove Center dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Memasuki gerbang dan menuju dermaga kecil yang terbuat dari kayu ulin, tampak deretan mangrove dengan akar-akar yang menjuntai. Satu per satu rombongan memakai life jacket berwarna orange mencolok.

pohon-bekantanSetelah berfoto-foto sebentar, rombongan langsung menuju ke kapal kayu yang sudah menunggu di sungai. Kapal kecil ini bisa mengangkut seluruh rombongan, padahal biasanya cuma untuk mengangkut 10-an penumpang.  “Cukup kok. Silakan naik satu persatu, dan jangan saling dorong,” kata motoris yang sekaligus memandu perjalanan ini.

Di Mangrove Center  memang disediakan beberapa perahu bermesin, dan bisa disewa dengan tarif sekitar Rp300 ribu. Atau biasanya per orang Rp50 ribu. Perahu ini yang digunakan mengelilingi mangrove sepanjang Sungai Somber yang di sisi kiri dan kanannya tampak ditumbuhi mangrove.

“Kami berangkat menuju ke tengah tengah magrove dan motoris perahu bilang kepada kami bahwa ada buaya, sehingga membuat kami agak sedikit takut. Syukurlah, selama perjalanan tidak terlihat buaya yang menampakkan diri di tepi sungai,” kata Bima Sakti, salah satu anggota tim website.

Selama menyusuri sungai dengan perahu, tampak  beberapa bekantan berada di pohon. Binatang dilindungi yang hanya dapat ditemui di Pulau Kalimantan ini sedang mencari makan buah mangrove, dan beberapa pucuk pohon tertentu. Di satu pohon jumlahnya bisa beberapa ekor mulai dari yang induk sedang menggendong anaknya, hingga bekantan yang masih remaja.

Bima Sakti dan teman-teman eskul Website sempat mengambil foto bekantan. Walau tidak mudah, karena hewan ini langsung berloncatan menuju pohon yang lebih ke dalam atau yang lebih tinggi.

Binatang ini biasanya keluar pada sore hari untuk mencari makan. Jumlahnya makin banyak ketika matahari makin condong ke barah saat mau terbenam.

“Senang bisa melihat langsung keluarga bekantan yang keluar mencari makan di puncuk pohon mangrove yang menjulang. Jika mesin klotoknya dimatikan Cuma kedengaran suara alam, burung berkicau dan suara bekantan, terasa banget lah suasana di hutanya,” tambah Nur.

“Sewaktu berada di kapal, kami juga bertemu dengan pengunjung lain yang sedang berkeliling menyusuri sungai dengan kapal. Setelah saling melihat, kami pun melambaikan tangan dan mengabadikan dengan hp berkamera,” kata Rahmi yang juga baru pertama kali berwisata di sini.

mejeng-di-kapalSementara itu, Resti Maulidiya, selama menikmati perjalanan mencapai satu jam, sebenarnya juga ingin menyaksikan sunset atau matahari terbenafoto-tangga-mangrovem. Sayangnya matahari masih tinggi, dan baru tenggelam sekitar pukul 18.00 Wita.

“Saya dan teman-teman tidak bisa berlama-lama, karena takut pulang terlalu malam. Tetapi saya sudah senang dapat mengelilingi hutan mangrov dan melihat hewan  bekantan,” kata Resti yang sibuk mengabadikan pemandangan dan bekantang melalui hp berkamera.

Setelah berkeliling sekitar 1 jam tim website kembali ke dermaga kecil yang dihubungkan dengan jembatan kayu. Di sini rombongan  menaruh kembali jaket pelampung.  Sebelum meninggalkan tempat ini, rombongan menuju  ke rumah tingkat yang ditungkan untuk tempat memantau. Di sini rombongan berfoto bersama. Rombongan juga bertemu Bapak Agus Bei yang merupakan pendiri mangrove center Graha Indah, dan tak lupa berfoto bersama.

Kawasan Mangrove Center ini merupakan komplek perumahan Graha Indah. Ketika berada di luar kompleks perumahan, sudah terlihat panduan berupa plang hijau kecil berwarna putih bertuliskan: Mangrove Ceter. Dengan panduan arah itu, pengunjung dengan mudah menuju  pintu masuk konservasi hutan mangrove. Semakin ke dalam, jalanya akan semakin kecil tetapi masih cukup untuk mobil masuk.

(tim website)

Print Friendly, PDF & Email

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copyright © 2014-2016 SMPN 4 Balikpapan